Nova Suparmanto: Konsisten Mengembangan Inovasi Teknologi (Part 3)

Nova Suparmanto: Pemuda Pelopor Lomba Paling Berkesan (Part 2)
November 30, 2016
Nova Suparmanto: Prestasi Dipersembahkan untuk Keluarga dan Tim Astoetik (Part 4-End)
November 30, 2016

Nova Suparmanto: Konsisten Mengembangan Inovasi Teknologi (Part 3)

Berkat konsistensinya dalam mengembangkan Astoetik, di tahun 2013 Nova terpilih menjadi jawara Mandiri Young Technopreneur bidang produk nondigital. Selain itu, Nova pernah menyabet medali emas di ajang bergengsi PIMNAS 2013 dengan inovasi “Tiang Lompat Tinggi Elektrik.” Atas prestasinya tersebut Nova pernah terpilih menjadi mahasiswa berprestasi fakultas teknik UNY. Di tahun 2014 Nova juga menyandang gelar lulusan terbaik prodi pendidikan teknik informatika. Saat tulisan ini dipublikasikan, Nova masih berstatus mahasiswa S2 teknik industri UGM. Mau tahu berapa total award yang pernah diraih Nova hingga detik ini? Tercatat ada 55 penghargaan baik tingkat lokal, nasional, dan internasional yang pernah disabet Nova. Wow! Saya salut dan angkat topi dah.

Memang sih saya sendiri percaya bahwasanya hasil tak akan mengkhianati proses. Segala pencapaian Nova adalah berkat ketekunan, konsisten, dan kerja keras di usia belia. Kerap anak muda di awal-awal kuliah menghabiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang tak bermanfaat dan berujung kegalauan (misal kongkow buat gosip atau pacaran enggak jelas). Namun tidak bagi Nova, di awal kuliah justru Nova belajar berjejaring, mengasah pengetahuan, dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Kompetisi adalah jalan meningkatkan  skill dan kreativitas. Melalui kompetisi, Nova mendapatkan berbagai pengalaman berharga tak terlupakan.

Selepas lulus dari UNY di tahun 2014, Nova meresmikan PT Putra multi Cipta Teknikindo dengan produk unggulan kompor listrik Astoetik. Tidak hanya itu, Nova pun mendirikan sebuah pusat pelatihan membatik bernama Sanggar Batik Astoetik. Jika Anda tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana proses membatik dari awal hingga akhir datang saja ke Desa Jeblog, Kasihan Bantul. Di sana Nova dan tim akan berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada siapa saja yang berminat belajar membatik. Inilah guys kerennya inovasi, ketika tradisi bertemu teknologi.

Nah, bagaimana sih Nova bisa terpilih menjadi Pemuda Pelopor Kemenpora di tahun 2016 ini? Wah ini ceritanya cukup panjang. Seperti sudah dijelaskan di atas, program Pemuda Pelopor memilih pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki karya kreatif serta solutif bagi masyarakat. Seleksi dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, hingga nasional. Seleksinya cukup ketat dan jurinya tentunya sangat kompeten di bidangnya. Di antara 5 kategori yang ada, Nova memilih bidang inovasi teknologi. Di sini, lagi-lagi Nova mempresentasikan dan memperkenalkan Kompor Batik Astoetik. Dewan juri dibuat terpukau dengan konsep dan gagasan yang dibawakan Nova, maka tak heran seleksi di tiap level berhasil Nova selesaikan hingga mengantarkannya meraih gelar pemuda pelopor nasional kategori inovasi teknologi 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *